Unnes Adakan Diskusi Terfokus Hilirisasi Riset BNCT

Posted by

Diskusi Terfokus Rintisan Jejaring Kerja Sama untuk Hilirisasi Riset Boron Neutron Capture Cancer Therapy (BNCT) diselenggarakan di Ruang 405 Gedung H, Rabu (17/2). Diskusi ini dilaksanakan sebagai bentuk kerja sama Unnes dengan BATAN, Kemenristekdikti, Kemenperin, dan Industri.

Rektor Unnes, Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan ini sebagai wujud penguatan Unnes sekaligus Kemenristekdikti untuk melakukan hilirisasi riset bagi kemanfaatan kemanusiaan.

“Hulunya adalah ilmu, kemudian dihilirisasi melalui riset untuk kemudian diperuntukkan bagi kemanfaatan kemanusiaan,” kata Rektor.

Lebih lanjut, Rektor mengatakan bahwa selama ini banyak riset yang luarannya hanya menumpuk di perpustakaan, meskipun di kalangan dosen sudah lebih baik karena adanya publikasi.

“Ke depan semoga Unnes dapat ikut berkontribusi lebih banyak dalam pengembangan keilmuan untuk Indonesia,” tambahnya.

Dalam acara tersebut dilaksanakan diskusi panel dan diskusi forum secara kelompok. Tiga narasumber dalam diskusi panel tersebut diantaranya Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono M.Eng, Ir. Toeti Raharjoe M.M, dan Dr. Ferhat Azis M.Sc.

Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono M.Eng yang merupakan Staff Ahli Menristekdikti Bidang Relevansi dan Produktivitas IPTEK menyampaikan topik mengenai penguasaan IPTEK dan alih teknologi di Industri untuk meningkatkan kemandirian ekonomi, pertumbuhan, dan pemberdayaan.

Menurutnya, untuk menguatkan perekonomian masyarakat, diperlukan adanya penguatan dalam teknologi ekonomi dan teknologi pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu Ir. Toeti Raharjoe M.M, Direktur Industri Bahan Galian Nonlogam sebagai pembicara kedua menjelaskan mengenai kontribusi yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian terhadap BNCT.

BNCT sebagai bentuk modalitas untuk terapi kanker merupakan bentuk inovasi baru untuk memfasilitasi maraknya kanker di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dr. Ferhat Azis M.Sc. selaku Deputi Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir BATAN.

“Daftar tunggu untuk pengobatan kanker di Indonesia sangat panjang, sementara fasilitas yang ada sangat terbatas,” tambahnya.

Terakhir diskusi dibagi menjadi tiga kelompok dengan bahasan yang berbeda meliputi Kesehatan, Sosiologi, dan Ekonomi pada kelompok pertama. Sementara kelompok kedua membahas tentang Kimia, Proses, Biologi, dan kelompok ketiga membahas Instrumentasi, Kendali, Tegangan Tinggi, Struktur, dan Material. (Ika Nur Amalia, Eka Fajlin).


from Universitas Negeri Semarang


Pasang iklan disini untuk muncul di tiap artikel (ukuran 300px)
Blog, Updated at: 16:48:00

0 comments:

Post a Comment

Sekitar Unnes On Twitter